Saat memilih mobil listrik, baterai adalah komponen terpenting sekaligus termahal. Baterailah yang menentukan jarak tempuh, kecepatan pengisian, keamanan, dan umur pakai mobil. Karena itu, nama pembuat baterai makin sering ditanyakan calon pembeli di showroom kami. Salah satu nama yang paling sering muncul adalah CATL.
Siapa CATL?
CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited) adalah perusahaan asal Tiongkok yang didirikan pada 2011 di Ningde, Provinsi Fujian. CATL memproduksi baterai untuk mobil listrik serta sistem penyimpanan energi, dan memasok banyak merek mobil besar dunia.
Kenapa CATL Disebut No. 1 Dunia?
Menurut data lembaga riset SNE Research untuk tahun penuh 2025, CATL memasang 464,7 GWh baterai mobil listrik dari total pasar global 1.187 GWh. Artinya, pangsa pasar CATL mencapai 39,2%, naik dari 38,0% pada 2024. CATL adalah satu-satunya produsen dengan pangsa di atas 30%.
| Peringkat 2025 | Produsen | Pangsa Pasar Global |
|---|---|---|
| 1 | CATL | 39,2% |
| 2 | BYD | 16,4% |
| 3 | LG Energy Solution | 9,2% |
| 4 | CALB | 5,3% |
Selisihnya sangat jauh: pangsa CATL lebih dari dua kali lipat pesaing terdekatnya. Total pemasangan baterai mobil listrik dunia sendiri tumbuh 31,7% dibanding tahun sebelumnya.
Pangsa terbesar pada 2025 menurut SNE Research.
Kapasitas baterai yang dipasang CATL sepanjang 2025.
Groundbreaking 29 Juni 2025, kapasitas awal 6,9 GWh/tahun.
Kimia baterai yang dikenal stabil dan awet.
Keunggulan Baterai LFP
CATL membuat berbagai jenis baterai, tetapi yang paling banyak dipakai di SUV listrik terjangkau adalah LFP (Lithium Iron Phosphate). Dibanding baterai berbasis nikel, LFP umumnya dikenal karena:
- Lebih stabil terhadap panas, sehingga dianggap lebih aman dari risiko terbakar.
- Umur siklus panjang, kuat diisi-ulang ribuan kali sebelum kapasitasnya menurun signifikan.
- Tanpa kobalt dan nikel, sehingga biaya bahan bakunya lebih rendah dan harga mobil bisa lebih terjangkau.
- Cocok untuk iklim tropis dan pemakaian harian dengan pengisian rutin.
Kekurangannya, kepadatan energi LFP lebih rendah daripada baterai nikel, sehingga untuk jarak tempuh yang sama baterainya cenderung lebih berat. Masalah inilah yang ingin dijawab CATL lewat teknologi berikutnya.
Teknologi M3P dari CATL
M3P adalah baterai berbasis fosfat yang dikembangkan CATL. Struktur dasarnya mengikuti LFP, lalu ditambah unsur logam lain untuk menaikkan kepadatan energi. Menurut laporan media, CATL mengklaim kepadatan energi M3P sekitar 15–20% lebih tinggi daripada LFP biasa, dengan biaya tetap di bawah baterai nikel tinggi. CATL menyebut M3P mulai diproduksi massal dan masuk pasar pada 2023.
CATL di Indonesia
CATL juga berinvestasi di Indonesia. Pada 29 Juni 2025, CATL bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Antam melakukan groundbreaking proyek ekosistem baterai senilai sekitar US$6 miliar. Proyek ini mencakup tambang nikel di Maluku Utara serta pabrik sel baterai dan daur ulang di Karawang, Jawa Barat. Pabrik baterai di Karawang dirancang dengan kapasitas awal 6,9 GWh per tahun dan dijadwalkan beroperasi pada 2026.
Hubungan CATL dengan JAECOO
JAECOO adalah merek di bawah Chery Group, yang sudah lama bekerja sama dengan CATL. Beberapa fakta yang bisa kami pastikan dari sumber publik:
- JAECOO J8 SHS-P ARDIS memakai baterai LFP 34,46 kWh yang menurut media otomotif nasional menggunakan teknologi M3P, yaitu nama teknologi baterai milik CATL.
- JAECOO J5 EV di Malaysia memakai baterai LFP CATL berkapasitas 58,9 kWh.
- Untuk J5 EV rakitan Indonesia (LFP 60,9 kWh), JAECOO Indonesia belum mengumumkan pemasok sel baterainya secara resmi, sehingga kami tidak mencantumkannya di sini.
Tips Merawat Baterai Mobil Listrik
- Ikuti pola pengisian yang dianjurkan di buku manual kendaraan.
- Gunakan charger resmi atau SPKLU yang terpercaya.
- Hindari membiarkan baterai dalam kondisi sangat kosong terlalu lama.
- Lakukan servis berkala di bengkel resmi agar sistem baterai dan software selalu diperiksa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah CATL benar produsen baterai mobil listrik nomor 1 di dunia?
Ya. Menurut data SNE Research tahun penuh 2025, CATL memasang 464,7 GWh baterai dengan pangsa pasar global 39,2%, tertinggi di dunia dan lebih dari dua kali lipat BYD di peringkat kedua (16,4%).
Apa itu baterai LFP?
LFP (Lithium Iron Phosphate) adalah jenis baterai lithium yang dikenal stabil terhadap panas, berumur siklus panjang, dan tidak memakai kobalt maupun nikel, sehingga banyak dipakai pada SUV listrik terjangkau.
Apakah CATL punya pabrik di Indonesia?
CATL bersama IBC dan Antam melakukan groundbreaking proyek ekosistem baterai pada 29 Juni 2025. Pabrik sel baterai di Karawang dirancang berkapasitas awal 6,9 GWh per tahun dan dijadwalkan beroperasi pada 2026.
Apakah JAECOO J5 EV di Indonesia memakai baterai CATL?
JAECOO Indonesia belum mengumumkan pemasok sel baterai J5 EV rakitan Indonesia secara resmi. Yang pasti, J5 EV memakai baterai LFP 60,9 kWh dengan garansi 8 tahun atau 160.000 km. J5 EV versi Malaysia diketahui memakai baterai CATL.
Sumber Data
- CnEVPost — Global EV battery market share in 2025 (data SNE Research)
- Battery Industry — CATL leads worldwide EV battery rankings
- CnEVPost — CATL breaks ground on joint venture battery plant in Indonesia
- Bisnis.com — Pabrik baterai CATL-IBC di Karawang kapasitas awal 6,9 GWh
- CnEVPost — CATL says it's developing M3P battery
- Paul Tan — Jaecoo J5 EV Malaysia, baterai LFP CATL 58,9 kWh
- IDN Times — Kelebihan Jaecoo J8 SHS ARDIS (baterai 34,46 kWh, M3P)
* Data dihimpun per 18 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu. Konfirmasi harga dan spesifikasi terbaru ke tim kami sebelum membeli.
Tanya Langsung Soal Baterai JAECOO
Kunjungi JAECOO Tangerang – Gading Serpong di Jl. Gading Serpong Boulevard (samping Oseng Endok) atau hubungi kami. Test drive gratis.



